Kamis, 05 Maret 2015 - 09:21:08 WIB
IHT Semester Genap T.P 2014/2015
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sekolah - Dibaca: 782 kali

Salah satu tantangan utama bagi guru saat ini adalah percepatan laju dan perkembangan ICT (Information, Communication, and technology), menurut Dr. Marlan Nursamsi, Kabid. SMK/SMA Kab. Bandung dalam In House Training (IHT) SMK Negeri 5 Pangalengan yang dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2015. Menurutnya terdapat beberapa pembenahan yang harus dilakukan oleh sekolah, guru, dan pemerintah dalam pengembangan kualitas siswa. Diantaranya, yaitu menjaga pola komunikasi yang baik dengan anak. Artinya kedekatan ikatan antara guru-murid, murid-sekolah, guru-sekolah terjalin erat dan sejalan dengan tujuan pendidikan yang tetapkan. Selain pola komunikasi, beliau menjelaskan bahwa system rewarding (penghargaan) terhadap masyarakat sekolah harus berjalan berkelanjutan, tidak hanya kepada siswa, namun terhadap guru sehingga hasrat belajar mengajar meningkat. Hal ini berkait erat dengan kebahagian yang menjadi tujuan setiap manusia. Karenanya sekolah harus mendidik siswa menjadi bagian kebahagian. Artinya siswa didik untuk menciptakan kebahagian yang bukan hanya untuk dirinya melainkan untuk orang laian; kebahagiannya bukan untuk dirinya sendiri atau mencari bahagia sendiri. Peserta didik harus diajarkan bagaimana memiliki kebaggaan diri dan bagaimana menghargai diri dan orang lain, khususnya bagaimana menghargai guru. Pengajaran ini tentunya tidak bersifat satu arah. Dengan pengajaran positif, melalui penggunaan bahasa yang positif, inspiratif, dan motivatif, akan mengubah siswa menjadi pribadi yang positif tentunya. Di akhir sesi beliau menegaskan, “ada 3 (tiga) kondisi yang dipilih manusia dalam hidupnya, dan ini berlaku di sekolah”. Pertama, be the best, jadilah yang terbaik. Inilah pilihan pertama manusia, yaitu menjadi manusia terbaik, al qur’an pun menjelaskan, kuntum khoiro ummat. Namun menjadi yang terbaik bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi untuk menjadi yang terbaik. Baik secara internal, maupun eksternal. Maka adalah pilihan lain jika kita tidak mampu menjadi yang terbaik;yaitu Kedua, be the first. Jadilah yang pertama. Artinya menjadi yang pertama pada hal-hal yang belum dilakukan atau jarang dilakukan orang lain. Jadi orang yang terbaik dalam sesuatu hal nga usah dalam berbagai hal. Jadilah contoh. Kalau masih belum mampu juga maka hanya ada pilihan Ketiga, be different. Menjadi pribadi yang berbeda. Artinya menjadi pribadi yang memiliki ciri khas, yang memiliki makna yang berbeda, yang memiliki tampilan yang berbeda, yang memiliki kemampuan yang berbeda. Kata orang “sesuatu yang dilakukan berulang-ulang kadang menghilangkan makna/rasa”.


0 Komentar :